Penyemangat dikala kekhawatiran melanda
Diamlah dan lakukan..
Meski semua orang akan ingkar
Namun kau tau kenapa kau harus berada disini..
Kau lebih tau maka diamlah..
Umur bukan jaminan menjadi lebih faham
Jalan ini memang mendaki lagi berduri lancip
Namun tetaplah teguh..
Jika tak ada lagi orang yang mau menemani dan mengerti
Maka yakinlah Allah ada untukmu
Ingatlah cerita ibunda hajar,
Di saat turun perintah untuk ditinggal ibrahim di lembah yang panas itu
Dengan ismail yang kecil yang mulai menangis kehausan dan lapar
Pepohonanpun tak ada yang memayungi
Di sana tak ada air dan memang tak mungkin ada air
Ada dua bukit disana
Dan dari ujung ke ujung coba ditelisiknya dengan seksama
Tak ada
Dan sama sekali tak ada tanda
Tapi bliau terus mencari dan berlari
Bolak balik tujuh kali
Mungkin bliau tau, tak pernah ada air di situ
Mungkin bliau hanya ingin menunjukkan kesungguhannua pada Allah
Maka keajaiban itu memancar. Zam Zam
BukaN! Bukan dari jalan yang bliau telusuri
Atau jejak2 yang ditorehkan diantara Shafa dan Marwa
Air itumuncul justru dari kaki Ismail yang kecil
Yang menangis
Yang haus
Yang menjejak-jejak
Dan Ibunda Hajarpun Takjub
Begitulah keajaiban datang, terkadang tak terletak pada ikhtiar-ikhtiar kita. ^_^
Disaat apa yang kau ikhtiarkan tak membuahkan hasil sama sekali
Dan disaat kesalahan semua dilimpahkan padamu
Maka diamlah
Dan tetaplah bersungguh2
Setidaknya kau sudah menunjukkan pada Tuhanmu bahwa kau bersungguh2
Tak perduli kapan? Keajaiban itu akan datang
Datang nyata di hadapanmu..
Mungkin bukan dari ikhtiar yang telah kau usahakan.
Tapi dari sisi yang tak disangka-sangka
Maka tetaplah teguh disaat yang lain runtuh
Tetaplah patuh dan tunduk atas apa yang sudah dititipkan padamu
Jika kau rasa bahwa dirimu tak mampu maka cukuplah diam jangan mengeluh
Tutuplah matamu
Dan lakukan. Lakukan semaksimal mungkin.
Lakukan yang mungkin melampaui batasmu, batasmu untuk melakukan itu.
Tetaplah,,,
Waktumu tak banyak disini.
Maka berilah yang terbaik..
Ingatlah kisah Ibrahim yang telah melampaui batasnya dengan menyembelih ismail, disaat penantiannya telah menimbulkan sebercak kekhawatiran ” Tunjukkan padaku duhai Rabbi, bagaimana Kau hidupkan yang mati!”, menanti sang ismail.
Ingatlah Nuh yang melampaui batasnya disaat harus meninggalkan keluarganya
Ingatlah Musa yang melampaui batasnya dengan harus menyampaikan kebenaran kepada Fir’aun orang yang telah mengasuhnya sejak kecil, dia tak pandai bicara seperti Fir’aun. Tak pandai merangkai kata, namun perintah itu telah datang padanya dan dia harus melakukannya.
Dan Rasulmu yang melampaui batasnya dengan berdo’a ” jika Kau biarkan pasukan ini binasa, Kau takkan disembah lagi di bumi! Ya Allah, kecuali jika Kau memang menghendaki untuk tak lagi disembah di bumi!”
Ingatlah itu..
Diamlah, pejamkan mata dan kerjakan!!
Semua ini adalah wujud tarbiyah diri, bukan dari ilmu2 yang telah didengar, tapi bagaimana setiap amanah, setiap titipan menjadikan diri kita lebih baik.
(disaat hati merindu kawan, dan disaat kerinduan itu terasa menyilaukan. Maka kututup mataku untuk tetap mampu merindu)
Sora_’Arsyfatih G5:54
(wujud kagum atas tinta indah salim yang telah menorehkan karyanya, menyejukkan hati yang sedang panas ini)





